Pencegahan Obesitas pada Anak

Pencegahan Obesitas pada Anak

Presentase remaja mengalami obesitas meningkat setiap tahunnya. Kebiasaan makan yang tidak sehat, kurangnya olahraga, dan gaya hidup yang kurang baik sering menyebabkan remaja menderita obesitas. Beberapa cara untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak akan diulas pada artikel berikut

Orang tua menjadi teladan yang baik. Orang tua memberikan contoh mengkonsumsi makanan sehat dan selalu aktif secara fisik memungkinkan anak untuk melakukan hal yang sama, tanpa harus memerintah remaja. Membiasakan remaja untuk makan sekitar 5 porsi buah dan sayuran setiap hari. Satu porsi sayur adalah satu mangkuk sayuran mentah atau setengah mangkuk sayuran matang atau segelas jus sayuran dan cukup mengetahui fungsi air alkali.

Menghindari untuk memberikan makanan yang padat energi atau mengandung tinggi kalori dalam bagian kecil makanan. Contohnya sebuah Cheeseburger besar dengan kentang goreng mungkin memiliki hampir 1.000 kalori dan 30 gram lemak. Membiasakan pada remaja untuk banyak minum air putih, bukan minuman bersoda ataupun yang mengandung gula. Membiasakan diri untuk minum bisa dimulai dari mengetahui manfaat minum air alkali.

Memilih bahan makanan seperti gandum, beras dan roti gandum daripada makanan yang diproses dengan tepung putih halus, gula, dan lemak jenuh. Menganjurkan remaja untuk berolahraga sedang setidaknya 30 menit setiap hari, atau paling tidak dua kali dalam seminggu. Contoh olahraga intensitas sedang ialah jogging atau bersepeda santai.

Memeriksa IMT ( indeks Massa Tubuh ) remaja untuk memastikan
berat tubuh remaja normal atau obesitas. Makan teratur juga sangat penting. Membuat jadwal makan yang baik dan menepatinya akan membantu mencegah obesitas pada usia dini. Memastikan remaja sarapan pagi setiap hari pukul 06.30 sampai

08.00 ( disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan di pagi hari). Sarapan baik untuk menjaga kesehatan, terutama mencegah anak makan terlalu pagi atau sangat kelaparan sampai tiba waktunya makan siang. Kue atau snack di antara makan sore dapat menjaga remaja dari makan terlalu banyak di malam hari. Namun selalu perhatikan kalori makanan tersebut ( 100-150 Kkal ). Membatasi waktu menonton TV, bermain video game, dan bermain komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *