4 Jenis Material Pakaian yang Ramah Lingkungan

4 Jenis Material Pakaian yang Ramah Lingkungan

Ketika melakukan pembelian pakaian, apa yang anda pikirkan? Kalau masih sekadar gaya atau harga, maka usahakanlah untuk mikirin juga akibat dari pakaian yang akan anda beli itu. Karena, ada sejumlah bahan material pakaian yang ternyata berbahaya untuk lingkungan. Karena itu, sekarang industri fashion juga sudah tidak sedikit yang ikut mengerjakan gerakan ramah lingkungan dengan teknik menggunakan material ramah lingkungan guna ikut berkontribusi mengawal kelestarian bumi.

Kamu mesti tahu, bahan kain laksana polyester tersebut berisi ribuan serat mikro plastik yang bakal terlepas ketika anda mencucinya. Dan tersebut akan selesai sebagai limbah yang mengaliri sungai sampai laut dan dimakan oleh fauna laut yang nantinya dimakan oleh kamu. Hih, seram!

Nah, biar pakaian yang anda beli pada kesudahannya nggak membahayakan lingkungan dan diri anda sendiri, anda mesti tahu nih sejumlah jenis material pakaian yang ramah lingkungan, yang mungkin dapat menjadi pertimbangan anda untuk pakai sebagai kontribusi menyelamatkan tidak sedikit nyawa. Ssst, nggak perlu sering dicuci, kok!

1. Linen dapat jadi material pakaian opsi buat anda yang malas nyalain setrikaan
Linen ialah kain yang tercipta dari serat tanaman rami yang sesuai sebagai material bahan pakaian musim panas, sebab sifat kain ini yang mudah menyerap keringat. Linen pun dibudidayakan tanpa memakai bahan-bahan kimia. Celana, rok dan kemeja ialah pakaian yang sering memakai linen sebagai materialnya.

Pakaian dengan bahan ini pun akan semakin lembut andai sering dicuci, dan anda nggak butuh nyalain setrikaan bila abis ngangkat jemuran sebab bahan ini bakal semakin bagus andai sedikit lungset. Nggak ngabisin listrik dan hemat, kan?

2. Kapas organik lebih baik sebab proses penanamannya nggak gunakan pestisida
Tahu nggak, guna memproduksi kapas konvensional itu diperlukan kurang lebih 25 persen pestisida. Dan pemakaian pestisida yang berlebihan tidak hanya berbahaya untuk kesehatan insan tapi pun lingkungan.

Karena banyak sekali pemakaian pestisida ini nggak tepat sasaran ke tanaman, melainkan tidak sedikit berjatuhan ke tanah. Dan tanah yang terkontaminasi ini akan dapat merusak rantai makanan sebagai racun andai ditanami. Opsi lain ialah kapas organik guna bahan pakaian sebab proses tanamnya nggak perlu pestisida yang meracuni tanah dan kehidupan kita. Kabar baiknya, kini sudah tidak sedikit pula brand-brand fashion yang memakai kapas organik guna bahan pakaian mereka.

3. Hemp, tanaman yang bisa tumbuh meski tanpa pupuk sama sekali
Selain bisa ditanam tanpa pertolongan pupuk sama sekali, hemp juga dapat tumbuh dan ditanam diseluruh dunia dan pada jenis lahan apapun dan nggak menguras nutrisi dalam tanah. Tanaman ini di samping tumbuh paling cepat, juga dapat menghasilkan lebih tidak sedikit serat ketimbang katun.

Nggak hanya itu, biji dari hemp sendiri juga dapat menghasilkan minyak yang tidak sedikit manfaatnya. Pakaian yang berbahan hemp mempunyai daya serap yang powerful sehingga sesuai untuk kegiatan harian kamu. Dan kain ini juga dapat dikompos, lo. Keren kan!

4. Wool yang tahan api dapat menghangatkanmu dan mengamankan lingkunganmu
Karena bahan wool dipungut dari bulu domba, maka kain ini termasuk sebagai bahan pakaian ramah lingkungan. Mengapa? Karena bulu kambing itu bakal tumbuh secara terus menerus dan nggak memerlukan waktu yang lama guna numbuh. Hitung-hitung bantuin kambing cukuran, anda bisa buat pakaian.

Di samping itu, proses penciptaan serat dan benang wool pun melulu membutuhkan tidak banyak saja bahan kimia. Dan menariknya, bahan wool ini bisa diperbaharui lagi dan tahan api lho. Keren ya trend fashion terbaru ini.

Tinggalkan Balasan